Anda tahu Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo? Dalam sejarah Republik Indonesia, SM Kartosoewirjo (atau ada juga yang menyingkatnya sebagai SMK) dikenal sebagai pemberontak negara karena memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada 7 Agustus 1949. Akhir hidupnya juga tragis, mati di hadapan regu tembak. Oleh karena itu, sampai saat ini orang lebih mengenalnya sebagai pemberontak. Padahal pada masa perjuangan kemerdekaan Kartosoewirjo adalah seorang aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik. Ia juga merupakan anak didik sekaligus sekretaris Haji Oemar Said Tjokroaminoto, pentolan Sjarikat Islam.
Kartosoewirjo lahir di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada 7 Januari 1907. Ayahnya, Kartosoewirjo, berkedudukan sebagai Mantri candu di Pamotan, sebuah kota kecil di Rembang. Sebuah kedudukan penting bagi seorang pribumi di masa itu. Jabatan ayahnya ini membuat Kartosoewirjo kecil berkesempatan mengenyam pendidikan di HIS (Hollandsch-Inlandsche School) dan kemudian melanjutkan ke ELS (Europeesche Lagere School), dua sekolah elit khusus bagi anak Eropa dan indo-Eropa. Setamat dari ELS pada tahun 1923, Kartosoewirjo melanjutkan pendidikannya di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), sekolah kedokteran Belanda untuk pribumi di Surabaya.
Semasa kuliah di Surabaya inilah Kartosoewirjo banyak terlibat dalam organisasi pergerakan nasional seperti Jong Java dan Jong Islamieten Bond (JIB), dua organisasi pemuda yang berperan penting dalam Sumpah Pemuda 1928. Selain itu ia juga masuk Sjarikat Islam (SI) dan banyak dipengaruhi oleh pemikiran politik HOS Tjokroaminoto yang sangat mengangan-angankan berdirinya sebuah baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur (negeri yang makmur dan diridhoi Allah SWT). Ketika Sjarikat Islam berubah menjadi Partai Sjarikat Islam Hindia Timur (PSIHT), Kartosoewirjo dipercaya memegang jabatan sekretaris jenderal. Saat itu usianya masih sangat muda, baru 22 tahun.
Kartosoewirjo amat kritis. Ia banyak menulis kritikan baik bagi penguasa pribumi maupun pemerintah kolonial di Harian Fadjar Asia, surat kabar tempatnya bekerja sebagai wartawan dan beberapa saat kemudian diangkat sebagai redaktur. Ketika Jepang menguasai Hindia Timur, seluruh organisasi pergerakan dibubarkan. Jepang hanya memperbolehkan beberapa organisasi yang dianggap tidak membahayakan kedudukan Jepang. Oleh karena itu PSIHT dibubarkan dan berganti menjadi Madjlis Islam 'Alaa Indonesia (MIAI) pimpinan Wondoamiseno. Kala itu Kartosoewirjo menjabat sebagai sektretaris Majelis Baitul-Mal, organisasi di bawah MIAI.
Ketika Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sebuah sumber menyatakan bahwa sebenarnya Kartosoewirjo sudah terlebih dahulu memproklamirkan kemerdekaan sebuah negara Islam. Namun atas pertimbangan kebangsaan dan kesatuan ia mencabut kembali proklamasi tersebut dan bersedia turut menegakkan Republik Indonesia dengan syarat umat Islam Indonesia diberi kesempatan untuk menjalankan syariat Islam. Hal ini sebagaimana tercantum dalam sila pertama Piagam Jakarta yang kemudian dihapus sehingga hanya menyisakan kalimat "Ketuhanan yang Maha Esa" saja.
Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut merupakan awal retaknya hubungan Kartosoewirjo dan Soekarno, teman seperguruannya semasa masih dididik oleh HOS Tjokroaminoto. Keduanya memang menunjukkan sikap dan prinsip politik berbeda. Kartosoewirjo adalah seorang muslim taat yang mencita-citakan berdirinya negara berdasarkan syariat Islam, sedangkan Soekarno nasionalis sekuler yang lebih mementingkan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan Pancasila-nya. Hal ini membuat Kartosoewirjo selalu berseberangan dengan pemerintah RI. Ia bahkan menolak jabatan menteri yang ditawarkan Perdana Menteri Amir Sjarifuddin.
Ketika wilayah Republik Indonesia hanya tinggal Yogyakarta dan beberapa karesidenan di Jawa Tengah sebagai hasil kesepakatan dalam Perjanjian Renville, Kartosoewirjo melihat peluang untuk mendirikan negara Islam yang dicita-citakannya. Maka iapun memprokamasikan Negara Islam Indonesia (NII) di Malangbong, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 7 Agustus 1949. Jawa Barat waktu itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Belanda, sehingga klaim sejarah yang menyatakan bahwa Kartosoewirjo merupakan pemberontak Republik Indonesia seharusnya dipelajari kembali.
27 Desember 1949 pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dibentuk sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Dalam negara federasi yang diakui kedaulatannya oleh Kerajaan Belanda itu, Republik Indonesia di Yogyakarta merupakan salah satu dari 16 negara federal anggota RIS. Soekarno terpilih sebagai presiden RIS, sedangkan jabatan presiden RI diserahkan pada Mr. Asa'at. Terbentuknya RIS secara otomatis membenturkan NII dengan RIS karena Negara Pasundan bentukan Belanda yang menguasai wilayah Jawa Barat merupakan anggota federasi RIS. Konfrontasi memperebutkan Jawa Baratpun meletus. RIS merasa berhak atas Jawa Barat berdasarkan hasil KMB, sedangkan NII bersikeras mereka lebih berhak karena telah lebih dulu memproklamasikan diri sebelum dibentuknya Negara Pasundan dan RIS.
Perang NII-RIS berlangsung selama 13 tahun. Dalam masa 13 tahun itu RIS berubah bentuk menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Pasundan menjadi provinsi Jawa Barat. Hal ini membuat NII semakin terpojok karena dengan bentuk baru RIS tersebut NII seperti negara dalam negara. Pada akhirnya tentara NKRI berhasil menghabisi perlawanan NII, ditandai dengan tertangkapnya SM Kartosoewirjo selaku Imam Besar (presiden) NII di wilayah Gunung Geber pada 4 Juni 1962. Mahkamah militer menyatakan Kartosoewirjo bersalah dan menjatuhkan hukuman mati. Mantan aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik itupun menghembuskan napas terakhirnya di depan regu tembak NKRI pada September 1962.
Matinya Kartosoewirjo tidak membuat pemikiran politiknya ikut mati. Sampai saat ini masih banyak pengikut ideologi Kartosoewirjo yang bercita-cita kembali mewujudkan NII menggantikan RI, serta menegakkan syariat Islam di bumi Indonesia.
sumber:Jejak Jihad SM Kartosoewiryo (buku yang sempat/telah menghilang di peredaran)
Penulis:Irfan S Awwas
Sedikit Profil Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo
(MENCARI) SUPRIYADI & SANG MERAH PUTIH 14 FEBRUARI 1945
JEPANG, TENTARA PETA, BLITAR & SUPRIYADI
Pemberontakan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) pada 14 Februari 1945, hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan, khususnya mengenai Shodanco Supriyadi, sang inisiator yang sekaligus pemimpin perlawanan terhadap tuannya itu. Disebut tuannya, karena Tentara PETA yang beranggotakan para pemuda pribumi Indonesia itu adalah didikan tentara Pendudukan Jepang, yang akhirnya malah memakan tuannya. Murid melawan Guru.
Dan kala itu Tentara PETA Daidan Blitar-lah, yang kali pertama melawan tuannya, Jepang yang sedang bercahaya di Asia. Beberapa pemberontakan, sebenarnya telah terjadi sebelumnya yang dibidani oleh para ulama dan tokoh masyarakat di berbagai tempat di Indonesia. Setelah Peristiwa Daidan Blitar, Tentara PETA di tempat lain juga melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan oleh Shodanco Supriyadi dan kawan – kawannya. Satu benang merah yang bisa disimpulkan dari masing masing perlawanan dan pemberontakan itu adalah Indonesia sudah tidak mau dijajah lagi, Indonesia harus Merdeka.
Penderitaan rakyat di berbagai tempat di bumi Nusantara kala itu sudah sangat parah. Harga diri bangsa yang diinjak injak, kemiskinan, kelaparan dan berbagai kesengsaraan menjangkiti sendi kehidupan. Ibaratnya, sore sakit malam mati, malam sakit pagi mati, pagi sakit siang mati, siang sakit malam mati, begitu seterusnya tiada henti. Demikianlah kira – kira yang dapat dilukiskan, dari satu sudut pandang mengenai keberadaan rakyat Indonesia yang dimobilisasi sebagai Romusha. Setiap hari, ratusan nyawa menjadi tumbal bagi kemerdekaan bangsa ini.
Pemandangan menyesakkan dada dan membuat perih mata bathin itu pula yang akhirnya membakar nasionalisme Shodanco Supriyadi dan kawan – kawannya di markas tentara PETA Blitar, dan benar benar menyala sebagai kobaran api patriotisme pada hari Selasa Legi Malam Rabu Pahing 14 Februari 1945. Meski dalam hitungan jam, nyala api pemberontakan itu dapat dipadamkan, tak urung membuat pihak Tentara Pendudukan Jepang di Blitar serasa kebakaran jenggot. Serta merta, berbagai upaya di lakukan pihak Jepang untuk mengeliminir agar peristiwa itu tidak menyebar informasinya bahkan menjangkiti Daidan PETA di tempat lain untuk turut berontak.
Pemberontakan PETA ini, walaupun dari sisi kejadiannya terlihat kurang efektif karena hanya berlangsung dalam beberapa jam dan mengakibatkan tertangkapnya hampir seluruh anggota pasukan PETA yang memberontak, kecuali Supriyadi namun dari sisi dampak yang ditimbulkan, peristiwa ini telah mampu membuka mata dunia. Sekali lagi pemberontakan PETA telah menggoreskan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, karena peristiwa tersebut merupakan satu satunya pemberontakan yang dilakukan oleh tentara didikan Jepang. Bahkan, pemberontakan ini boleh dikata sebagai satu-satunya fenomena anak didik Jepang yang berani melawan tuannya diseluruh kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur yang dijajah Kolonial Jepang.
MENCARI SUPRIYADI
Lebih dari 20 orang nara sumber (pelaku pemberontakan banyak yang sudah meninggal dunia) baik yang bersinggungan langsung atau tidak dengan peristiwa pemberontakan PETA Blitar pernah memberikan keterangan kepada saya. Mereka dengan lancar mengisahkan keterlibatan dirinya dalam peristiwa pemberontakan PETA Blitar, 64 tahun yang silam. Mereka diantaranya adalah mantan anggota tentara PETA Blitar berpangkat Gyuhei, Budhanco, bahkan eks Shodanco, meski bukan dari Daidan Blitar. Di hari tuanya, mereka tersebar di berbagai pelosok dan sudut Blitar, hanya tinggal beberapa orang saja.
Beberapa ahli waris pelaku pemberontakan PETA, mulai dari keluarga Supriyadi di Blitar pun tak luput dari incaran untuk dapat kembali mengisahkan suasana kala itu. Saya melengkapinya dengan menelisik ulang dengan mendatangi nara sumber lainnya. Disebutkan dari berbagai buku mengenai sejarah pemberontakan PETA, terakhir kali terlihat Shodanco Supriyadi berada di kediaman Hardjomiarso, Kepala Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari (bahkan desa Sumberagung juga sempat dijadikan markas terakhir pemberontakan). Tak dapat saya temukan narasumber yang bisa memberikan keterangan mengenai sosok Hardjomiarso. Namun demikian, makam sosok Lurah yang banyak membantu Tentara PETA itu dapat saya temukan di desa Sumberagung Gandusari Kabupaten Blitar. Makam keluarga itu terawat dengan baik. Sebuah saksi yang tidak mampu bertutur.
Air terjun Sedudo, di Nganjuk adalah sebuah tempat lainnya di Jawa Timur yang konon menjadi tempat yang pernah disinggahi oleh Supriyadi, pasca pemberontakan. Sebuah nama tertulis juga dalam buku sejarah pemberontakan PETA, bahwa yang bersangkutan ikut membantu “menyembunyikan” Supriyadi dalam sebuah gua di puncak bukit dekat Sedudo. Dalam cuaca berkabut dan hujan deras, bersama seorang ahli waris “si penyembunyi” akhirnya say berusaha untuk mendatanginya. Tak terjawabkan pula, dimana Supriyadi berada.
Krisik, adalah sebuah desa di wilayah Kabupaten Blitar yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang. Sebuah gua pertahanan jaman Jepang terdapat di sana. Seharian penuh, akhirnya saya dapat mencapai lokasi dimaksud. Dari data yang saya peroleh, disebutkan tentara PETA dan para romusha yang membuat gua – gua pertahanan dimaksud. Tak saya dapatkan keterangan tambahan mengenai keberadaan Supriyadi.
Pantai Tambak, Pantai Jolosutro, Pantai Serang di Blitar Selatan. Dilokasi ini, dulu tentara PETA Blitar membuat pertahanan, berlatih dan dengan mata telanjang, mereka melihat ratusan romusha bekerja paksa hingga menemui ajalnya. Supriyadi pernah berada dilokasi dimaksud. Namun kembali tak ada narsumber yang mampu bertutur mengenai adanya.
Panceran desa Ngancar Kecamatan Ngancar di Kabupaten Kediri, dilereng Gunung Kelud juga emplasemen Perkebunan Sumberlumbu, Perkebunan Sumberpetung telah pula saya datangi. Lereng Kelud adalah salah satu tempat yang dijadikan basis gerilya pasca pembontakan. Tak ada keterangan yang bisa menyebut akan keberadaan Supriyadi.
Saksi keberadaan Supriyadi yang masih ada hingga saat ini adalah Bangunan bekas Markas Tentara PETA di jalan Shodanco Supriyadi Blitar. Di kawasan yang kini dijadikan komplek pendidikan ini, terdapat bekas kamar tidur Supriyadi, dapur tentara PETA, bahkan kini telah berdiri megah monumen PETA Blitar. Tujuh patung terwujud disana menggambarkan wajah mereka pada saat pemberontakan terjadi 14 Februari 1945.
MENCARI SANG MERAH PUTIH
14 FEBRUARI 1945
Bicara mengenai pemberontakan PETA Blitar, sebenarnya tidak hanya bicara mengenai sosok Supriyadi yang misterius. Seketika setelah pemberontakan berlangsung sebuah bendera (yang akhirnya kini menjadi bendera Republik Indonesia) warna merah putih, berkibar di Blitar.
Adalah Parthohardjono (Tentara PETA Blitar), seorang yang dengan gagah berani megibarkan merah putih di lapangan depan markas Tentara PETA Blitar. Tempat itu, kini masuk dalam kawasan taman makam pahlawan Raden Wijaya, kota Blitar, persis di seberang monumen PETA Blitar. Sebuah catatan menyebut, pasca proklamasi kemerdekaan, tahun 1946 Panglima Besar Jenderal Sudirman mengunjungi tempat ini, sekaligus menyematkan karangan bunga.
Parthohardjono, yang kala itu tidak tinggal didalam asrama Tentara PETA Blitar (karena telah menikah), memilih tinggal indekos disebuah rumah tak jauh dari asrama. Bersama istrinya, berbulan – bulan memang telah menyiapkan kain merah (bekas kain penutup peti/ kotak peluru/ amunisi) dan kain putih, bekas sarung bantal untuk akhirnya dijadikan bendera. Disimpan sangat hati – hati, agar tidak ketahuan tentara Jepang, akhirnya berhasil pula menyelundupkan bendera tersebut dan dibawa persis waktu malam pemberontakan.
Ketika pemberontakan berlangsung, ketika mortir diledakkan, ketika aba aba komando tanda mulainya pemberontakan di serukan oleh Supriyadi, malam itu Kota Blitar benar benar mencekam suasananya. Hiruk pikuk tentara PETA yang mulai melakukan pemberontakan terhadap tuannya itu, makin membuat keberanian Parthohardjono memuncak. Ia menuju tiang bendera di sisi utara lapangan markas PETA Blitar. Dengan kidmad, sang saka merah putih dinaikkan. Dalam posisi siap tegak berdiri, Parthohardjono melakukan hormat bendera. Sesaat setelahnya, dia bersujud di tanah lapang itu, mencium tanah tiga kali dengan mata berkaca – kaca haru, yakin bahwa malam itu Indonesia Merdeka.
Keterangan ini tidak saja termuat dalam buku sejarah pemberontakan PETA. Ini adalah sebuah keterangan yang disampaikan oleh menantu Parthohardjono, di Blitar. Di hari tuanya, Parthohardjono memilih untuk tetap menjadi rakyat biasa. Parthohardjono, lebih dikenal dengan nama sebutan Partho Wedhus. Wedhus adalah kambing dalam bahasa Jawa. Memang, dihari tuanya Parthohardjono, sering membantu para petani dan tetangga desanya dengan menyumbangkan kambing untuk diternak dengan sitem bagi hasil.
Sayang, hanya sebuah makam yang dapat saya temui. Yang tidak bisa bercerita langsung akan peristiwa heroik itu. Permintaan Partohardjono kepada putrinya kala itu, “ Jika waktunya tiba, aku jangan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan”. Makam Parthohardjono, sang pengibar bendera merah putih 14 Februari 1945 itu (6 bulan sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945) berada disebuah makam desa, nun jauh dari Kota Blitar. Sebuah makam sederhana tanpa embel embel PAHLAWAN.
Kemana merah putih yang telah berkibar pada 14 Februari 1945 itu, hingga kini tidak ada seorangpun yang mampu menunjukkannya.
REFLEKSI 14 FEBRUARI 1945
Kobaran Api Patriotisme dan Nasionalisme Pemberontakan PETA Blitar itu, hingga kini masih menyala, dan menjelma sebagai sebuah spirit khususnya bagi pemerintah kota Blitar dan warganya. Pun juga Kabupaten Blitar.
Sudah seharusnya spirit itu mampu menjadi cambuk kepada Pemkot dan Pemkab Blitar dalam memperjuangkan kepentingan memakmurkan rakyatnya. Betapa Supriyadi telah nyata memberikan bukti untuk melawan kesewang wenangan, melawan penindasan, melawan penjajah. Bukankah Parthohardjono telah memberikan tauladan keberanian dan semangat perjuangan yang begitu besarnya, karena kecintaanya kepada Tanah Air. Bukankah, tentara PETA rela meregang nyawa untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa dan terbebas dari belenggu penjajahan.
Sungguh ironis kiranya, jika pemberontakan PETA BLITAR hanya membekas sebagai sebuah catatan sejarah belaka. Sungguh ironis jika peristiwa heroik itu hanya diagendakan untuk diperingati tiap tahunnya dalam sebuah seremonial tanpa makna.
Dan sungguh ironis jika pemerintahan negeri ini, malah membuat rakyatnya miskin dan terjajah, dan tak mampu membuat sejahtera rakyatnya.
....ironisnya lagi... kita sebagai bangsa indonesia hanya mengenal 14 Februari adalah hari Valentine... bukan Supriyadi...tokoh penting kemerdakeaan Indonesia... Poor Our Nation...Merdeeekaaa!!!!
sumber:cahdjengkol.multiply.com
4 Orang Mr.Clean Indonesia
Bagaimana gaya hidup pejabat kita? Barangkali Anda pun membayangkan seperti ini: memiliki rumah besar senilai Rp 7 miliar lengkap dengan kolam renang, dengan puluhan rumah bernilai di bawah kediaman resmi tersebut. Vila mewah di Puncak. Tanah berhektar-hektar di kampung halaman. Deretan mobil mulai dari Baby Benz, BMW, hingga Pajero. Demikian pula simpanan uang bernilai miliaran rupiah atas nama istri dan anak-anak. Semua tersebut memang sulit dipenuhi dengan ukuran gaji resminya
Bila Anda membayangkan demikian kehidupan semua pejabat di Indonesia,tentu anggapan tersebut keliru. Betul, kolusi antara pejabat-pengusaha yang mendatangkan gemerincing uang -- bukan rahasia lagi. Tapi, ternyata -- justru ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana.
1. Prof Dr Emil Salim
Meski tiga kali menjadi menteri -- Menteri Perhubungan, Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) -- Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.
Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan. Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang ditabungkannya. Tatkala menepi dari pusaran kekuasaan pada 1993, doktor ekonomi alumnus Universitas California ini, terpaksa keluar dari rumah dinas. Akibatnya, ia baru merasa pahitnya, tidak memiliki rumah. "Saya pun memikirkan untuk membeli rumah," kisah pengurus ICMI ini.
Akhirnya, ia membeli rumah untuk bernaung bagi dirinya dan istrinya. "Kalau anak-anak barangkali mereka dibawa suami masing-masing," ujarnya. Di saat awal pindah ke rumah baru, menurut seorang aktivis LSM yang dekat dengannya, Emil tidak memiliki peralatan rumah tangga yang banyak. "Dia sampai kesulitan untuk beli ranjang," kisah aktivis itu. Selain dari berbagai sumber pendapatan, Emil mengaku, kini ia dan keluarganya hidup dari rumah kontrakan.
Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat Zainul Bahar Noor SE memujinya. "Emil Salim itu sama bersih dengan pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang," puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.
2. Mar'ie Muhammad
Mar'ie Muhammad pun mengesankan pejabat sederhana dan disebut-sebut bersih. Kesederhanaan Menteri Keuangan ini, tercermin dari penampilannya sehari-hari:mengenakan safari ke kantor dan lebih senang dengan sarung cap Mangga dan Gajah Duduk, bila di rumah. Bahkan, ia pun menekankan kesederhanaan pada keluarganya. Contohnya, menurut putri bungsunya Rahmasari, mantan Dirjen Pajak ini tidak membolehkan anak-anaknya menggunakan mobil ke kampus maupun ke sekolah. Ia pun memilih membawa keluarganya berumroh -- seperti yang sedang dilakukannya sekarang -- daripada hura-hura ke luar negeri.
Selain sederhana, ia dikenal tegas dan lurus. Contohnya, ia pernah disebut menolak anggaran taktis dan biaya perjalanan dinas, yang dinilainya terlampau besar. Di sisi lain, lelaki penggemar jogging ini berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membendung kebocoran di instansi yang dipimpinnya. Tak mengherankan, ia dijuluki Mr. Clean.
3. Satrio Budihardjo Joedono
Semasa memangku jabatan menteri perdagangan, di ruang kerjanya tersusun guci keramik dan beberapa lukisan. Tapi, ia mengaku membeli secara kredit, terhadap benda kegemarannya. "Saya tak mampu membelinya," ujarnya.
Kesederhanaan pun memayungi rumahnya. Saat masih tinggal di kompleks perumahan menteri, ruang tamunya tidak beraroma kemewahan. Di ruang tamu rumah bernomor 25 itu, hanya terlihat rangkaian bunga di meja tamu. Di garasi, ada tiga mobil. Cuma satu yang dimilikinya, mobil tua. Sedangkan dua lainnya mobil inventaris sebagai menteri dan pinjaman BPPT. Kesederhanaannya sempat merisaukan. Ini lantaran Billy akrab dengan tas kerja yang warna cokelatnya telah memudar. Petugas pun menggantikannya dengan tas baru saat ia menghadap ke Istana. Ia menerima tas pemberian tersebut tetapi tetap membawa tas lusuhnya. Bahkan, ia tidak canggung mengempit tas lusuh ataupun risih dengan menteri perdagangan dari negara lain, saat pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, November 1994 Lelaki yang karib dipanggil Billy ini pun dikenal tegas dan lurus. Ia tidak melayani dokumen yang tak memenuhi persyaratan lengkap. Billy pun dikenal cermat dalam mengunyah laporan bawahan. "Selamanya dua kali dua adalah empat, bukan delapan," ini prinsip hidupnya.
4. Ir.Sarwono Kusumaatmadja
Menteri Negara Lingkungan Hidup ini dikenal sederhana dan lugas. Mengaku menekankan pola hidup sederhana hingga pada keluarganya, Sarwono merasa beruntung dengan kesederhanaan tersebut. "Kita tidak terjebak konsumtif sehingga terlepas dari keinginan melakukan hal-hal di luar kemampuan diri. Korupsi merupakan bentuk upaya mencukupi kebutuhan di luar kemampuan keuangan keluarga." Sarwono pun memiliki prinsip tak akan membeli barang yang kurang bermanfaat dan barang lelangan. "Ini pesan orangtua saya sebelum meninggal karena menurutnya pemilik barang lelangan itu menjual secara terpaksa. Kita jangan hidup di atas penderitaan orang lain." Sarwono sendiri mengakui dirinya tidak bersih betul dari perilaku itu. Tapi jika dibanding dengan yang lain, dia merasa bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. "Saya senang dibilang bersih, tapi menurut saya, saya cukup agak bersih-lah," katanya.
Beragam cobaan dialami figur di atas dalam mengemban tugas. Mereka mengakui godaan tersebut hadir dalam bentuk yang vulgar hingga yang halus. Cobaan yang vulgar,misalkan, dalam bentuk katabelece. Demikian pula cobaan halus dalam bentuk kiriman parcel pada saat lebaran. Berbeda dengan jamaknya parcel, isi keranjang hadiah ini antara lain cek. Billy semasa memangku jabatan menteri perdagangan selalu menerima kiriman hadiah dalam bentuk cek bernilai besar.
Bagaimana kiat mereka menepiskan berondongan 'godaan' yang dikirim? Billy terlebih dulu menyaring parcel yang diterima. "Kalau parcelnya isinya biasa-biasa kami terima tetapi kalau sudah cek kami tolak," kisah Ani Joedono, istri Billy. Kiriman cek tersebut memang tidak langsung dikembalikan kepada pengirim. Tapi, Billy dan istrinya, mengoleksinya dalam album. "Kata Bapak ini untuk kenang-kenangan," kata Ani.
Demikian juga yang dialami Emil Salim. Semasa memangku jabatan, ia mengisahkan, awalnya orang memberi bunga. Lalu, kata Emil melukiskan, meningkat menjadi makanan, pena, jam tangan, dan kemudian dalam bentuk barang lain. "Yang penting enam bulan pertama. Bagaimana ia menangkis pemberian tersebut? "Yang penting enam bulan pertama yang menentukan. Setelah enam bulan pertama kita terima kedudukan itu, kita mesti beri signal-signal," ujarnya membeberkan pengalamannya. Dalam menerima pemberian tersebut, menurutnya, mesti ada garis tegas. "Katakan lebih dari ini, no!" Tapi, "kita tidak perlu berteriak mengatakannya tetapi dengan sopan." Dengan demikian, orang akan mengerti berhadapan dengan siapa.
Setelah itu, menurutnya, barulah dijelaskan, "hei Bung, ini ada sumpah jabatan. Demi Allah saya bersumpah tidak akan menerima hadiah dengan dalih apa pun. Pokoknya sumpah itu berat sekali." Tak sekadar menyadarkan mereka yang hendak 'menyuap', Emil pun mengungkapkan, sebagai kepala keluarga mesti menertibkan semua keluarga. Demikian juga agar menjadi contoh bagi keluarga. "Jadi harus kita jelaskan kepada semua keluarga," ujarnya. Meski demikian, Emil mengembalikan sikap sederhana dan jujur itu, kepada rasa keberagamaan seseorang. Ia merasa beruntung mendapatkan pendidikan agama sejak kecil dari kedua orangtua. Pendidikan itu pula kemudian yang diwariskan kepada anak-anaknya. "Jam kantor itu kan berada antara waktu Dzuhur dan Ashar.
Bagaimana mungkin kita salat, menghadap Tuhan Yang Maha Esa sementara di saku terdapat uang begituan?" Emil memberi ilustrasi. Di sisi lain, ia mengingatkan, hendaknya kita jangan sampai membuat respek anak hilang gara-gara tingkah kita. "Kasihan, gara-gara tindakan kita, mereka di sekolah menjadi bahan gunjingan teman-temannya yang lain." Emil, Sarwono, Ma'rie, maupun Billy, merupakan segelintir figur yang disebut-sebut sederhana dan bersih. Meski demikian, tentu masih ada deretan petinggi lainnya yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap pekerjaan.
Sistem Operasi
Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.
Pendahuluan
Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall. Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi
Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur skedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.
Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
1. Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
2. Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
3. Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna
4. Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
5. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu (misalnya DOS), tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti ini disebut sebagai Multi-tasking Operating System (misalnya keluarga sistem operasi UNIX). Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS
Sebagai contoh, yang dimaksud sistem operasi itu antara lain adalah Windows, Linux, Free BSD, Solaris, palm, symbian, dan sebagainya.
Layanan inti umum
Seiring dengan berkembangnya Sistem Operasi, semakin banyak lagi layanan yang menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu menyediakan layanan network dan koneksitas internet, yang dulunya tidak menjadi layanan inti umum. Sistem Operasi juga perlu untuk menjaga kerusakan sistem komputer dari gangguan program perusak yang berasal dari komputer lainnya, seperti virus. Daftar layanan inti umum akan terus bertambah.
Program saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan Antarmuka Pemrograman Aplikasi, Application Programming Interface atau disingkat dengan API. Dengan API inilah program aplikasi dapat berkomunikasi dengan Sistem Operasi. Sebagaimana manusia berkomunikasi dengan komputer melalui Antarmuka User, program juga berkomunikasi dengan program lainnya melalui API.
Walaupun demikian API sebuah komputer tidaklah berpengaruh sepenuhnya pada program-program yang dijalankan diatas platform operasi tersebut. Contohnya bila program yang dibuat untuk windows 3.1 bila dijalankan pada windows 95 dan generasi setelahnya akan terlihat perbedaan yang mencolok antara window program tersebut dengan program yang lain.
Sistem operasi saat ini
Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:
1. Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, dan Windows Orient yang akan dirilis pada tahun 2014)).
2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan peluncuran versi 10.5 (Leopard).
Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dll.
Proses
Prosesor mengeksekusi program-program komputer. Prosesor adalah sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi.
Program adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer. Sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di dalam bahasan Sistem Operasi, kita lebih sering membahas proses dibandingkan dengan program. Pada Sistem Operasi modern, pada satu saat tidak seluruh program dimuat dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program tersebut. Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di media penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program tersebut dimuat di memory dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat menghemat pemakaian memori.
Beberapa sistem hanya menjalankan satu proses tunggal dalam satu waktu, sedangkan yang lainnya menjalankan multi-proses dalam satu waktu. Padahal sebagian besar sistem komputer hanya memiliki satu prosesor, dan sebuah prosesor hanya dapat menjalankan satu instruksi dalam satu waktu. Maka bagaimana sebuah sistem prosesor tunggal dapat menjalankan multi-proses? Sesungguhnya pada granularity yang sangat kecil, prosesor hanya menjalankan satu proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia berpindah menjalankan proses lainnya, dan seterusnya. Sehingga bagi penglihatan dan perasaan pengguna manusia, seakan-akan prosesor menjalankan beberapa proses secara bersamaan.
Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut, yaitu: sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah nilai prioritas proses tertentu, agar proses tersebut akan dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya).
Status proses
Jenis status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses pada setiap sistem operasi dapat berbeda-beda. Tetapi paling tidak ada 3 macam status yang umum, yaitu:
1. Ready, yaitu status dimana proses siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya
2. Running, yaitu status dimana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor
3. Blocked, yaitu status dimana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap/bebas
TOEFL
The Test of English as a Foreign Language (or TOEFL, pronounced "toe-full") evaluates the ability of an individual to use and understand English in an academic setting. It sometimes is an admission requirement for non-native English speakers at many English-speaking colleges and universities.
Additionally, institutions such as government agencies, licensing bodies, businesses, or scholarship programs may require this test. A TOEFL score is valid for two years and then will no longer be officially reported since a candidate's language proficiency could have significantly changed since the date of the test. Colleges and universities usually consider only the most recent TOEFL score.
The TOEFL test is a registered trademark of Educational Testing Service (ETS) and is administered worldwide. The test was first administered in 1964 and has since been taken by more than 23 million students. The test was originally developed at the Center for Applied Linguistics led by the linguist, Dr. Charles A. Ferguson.
Policies governing the TOEFL program are formulated with advice from a 16-member board. Board members are affiliated with undergraduate and graduate schools, 2-year institutions and public or private agencies with an interest in international education. Other members are specialists in the field of English as a foreign or second language.
The TOEFL Committee of Examiners is composed of 12 specialists in linguistics, language testing, teaching or research. Its main responsibility is to advise on TOEFL test content. The committee helps ensure the test is a valid measure of English language proficiency reflecting current trends and methodologies.
About My Self
Hey, this is my blog, so I have to say something about myself. Sometimes it is hard to introduce yourself because you know yourself so well that you do not know where to start with. Let me give a try to see what kind of image you have about me through my self-description. I hope that my impression about myself and your impression about me are not so different. Here it goes.
My name is Muhammad Andre, and I am a student at Gunadarma University. I am a good student with a 2.89 grad point average. I want to be a programmer and there are many reasons why I should be enrolled. Firstly, I am a hard working and dedicated student. Secondly, I am a friendly, sociable person. And i have condemned myself to be a success.
I am a person who is positive about every aspect of life. There are many things I like to do, to see, and to experience. I like to read, I like to write; I like to think, I like to dream; I like to talk, I like to listen. I like to see the sunrise in the morning, I like to see the moonlight at night; I like to feel the music flowing on my face, I like to smell the wind coming from the ocean. I like to look at the clouds in the sky with a blank mind, I like to do thought experiment when I cannot sleep in the middle of the night. I like flowers in spring, rain in summer, leaves in autumn, and snow in winter. I like to sleep early, I like to get up late; I like to be alone, I like to be surrounded by people. I like country’s peace, I like metropolis’ noise, I like delicious food and comfortable shoes; I like good books and romantic movies. I like the land and the nature, I like people. And, I like to laugh.
This is a brief introduction of myself. Do not expect too much, and keep your sense of humor.
Job Application Letter and Curriculum Vitae (CV)
Job application letter is a letter from someone who needs a job (the applicant) to the person or official who can provide jobs or positions. Through a letter of application that the applicant requested that he be given a job. Pekarjaan cover letter can also mean a letter from the prospective employee to prospective employers that includes a request to give prospective employees at work by the prospective employer.
Job cover letter can be made in two ways:
• The application letter in combining work with a curriculum vitae (curriculum vitae). In this model include life history in the letter. Because the contents of a joint, this model is also called the composite model
• Letter of application which is separated from the history of life. In this model life history is attached. Therefore, this model is also called a separate model. In practical usage. is widely used is a separate model. Although the construction work requires twice, but the application of this model is more popular with job seekers because the letter was not that long.
The following procedure for writing Job Application Form
Job application letter should be short, solid, does not beat around the bush, right on the issue. Presented is all that is required by the relevant job title.
That must be considered in writing job applications are:
1). Personal data includes applicants who:
• Name
• Place and Date of Birth
• Address
• Marital Status
2). Education
• Formal education such as elementary / junior high / high school / College, etc..
• non-formal education ie courses or training that have followed
3). Experience working
• If you already have work experience, mentioned in the letter of application, whether in accordance with the proposed position or the other field. If have never worked should mention the ability for the proposed position based on who has the ability.
4). Employment Application Form Appendix
Attachments are all things that are included in a letter of application with a view to reinforce or strengthen the letter for consideration for the enterprises or agencies that offer employment.
Appendix in the job application letter:
• Register CVs
• Photocopy of the last certificate
• Police record Certificate
• Health Certificate from the Doctor
• course certificate Photocopy / training
• Latest Photograph
Jl.Raya Pasar Minggu
Pasar Minggu
Jakarta Selatan
12520
Mr. Matthew Bellamy
Human Resources Directory
PT.Heartbreak
Jl. Sirotul Mustaqim no 9A,
Jakarta 12790
Dear Mr. Matthew Bellamy :
I am applying for the position of Broadcaster Development Program (BDP). which was advertised in the Lampu Merah of Sept 28.
I have enclosed my resume, and i would like to schdule an interview. I will call you early next week.
I look forward to discussing this position with you.
Sincerely yours,
Chris Wolstenholme
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Curriculum Vitae
Name : Chris Wo
lstenholme
Address : Jl.Raya Pasar Minggu
Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12520
Phone : 7817402
Place/Date Of Birth : Manchester, 9 December 1989
Gender : Male
Marital Status : Unmarried
Education : Al Zaytun International School 2007
Experience :
January 2009 - August 2009 Accounting Staff
PT. Microsoft corporation.tbk
JL. Kenangan
37
Jakarta 12163
Reference :
Dominic Howard, General Manager
PT Microsoft coporation.tbk
JL. Kenangan 37
Jakarta 12163
Jl. Kenangan
Telp 87857485 - 84545747
Fax 45346565
PT.Heartbreak
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oktober 7, 2009
Mr. Chris Wolstenholme
JL.Raya Pasar Minggu
Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12520
Dear Mr. Chris :
Thank you for sending your letter and resume.
We appreciate your interest in the PT.Heartbreak
We would like to schedule an interview on Monday, Oktober 12 at 9 a.m. Please call us to confirm the time.
We look forward to talking with you
Sincerely Yours,
Mr. Matthew Bellamy

